Cerita Manager BCL Detik-detik Kepergian Ashraf, Benarkah Karena Morning Surge?

Rabu, 19 Februari 2020, 06:30 WIB
Laporan: Reni Erina

Ashraf Sinclair dan BCL/Net

  Kepergian aktor asal Malaysia yang juga suami dari artis Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair, mengejutkan publik. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di Malaysia.

Kepergiannya begitu tiba-tiba, beberapa saat setelah bercanda dengan sang istri.
Manajer BCL, Doddy, menceritakan kronologi meninggalnya Ashraf Sinclair.

Pagi hari itu, BCL meneleponnya pada pukul 04.00 WIB, mengatakan bahwa  Ashraf telah dibawa ke rumah sakit MMC.
“Semua telepon aku jam 4 pagi. Enggak ada yang WhatsApp, aku pikir ada apa, ya. Sampai pembantu aku yang bangunin aku, katanya Mas Ashraf dibawa ke rumah sakit," kata Doddy di San Diego Hills Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/2), saat pemakaman.

Doddy berujar, dia juga menerima pesan singkat dari BCL, memberitahu bahwa Ashraf telah meninggal dunia.

“Unge teks aku, Ashraf udah nggak ada (meninggal). Yah, kurang lebih seperti itu, aku udah nggak bisa mikir, aku jalan ke sana (rumah duka)” katanya.

Doddy mengisahkan, Ashraf sempat berbincang-bincang dengan BCL sebelum ajal menjemput.

“Ya, biasalah. Bunga pulang dari Idol (tengah malam jelang dini hari) sempat ngobrol. (Dibecandaian) layaknya orang tidur, ke kamar mandi ganti baju bersih-bersih, pas balik,  Ashraf-nya sudah enggak ada,” ujarnya.

Beredar kabar dari WhatsApp, Ashraf sempat bersenda gurau dan menggoda-goda isterinya, meminta mie instans yang sedang dimakan BCL, lalu pergi tidur.

Ashraf Sinclair meninggal dunia pada pukul 04.51 WIB, Selasa (18/2). Ashraf Sinclair mengembuskan napas terakhir dalam usia 40 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Serangan jantung seperti yang dialami Ashraf Sinclair ini memang patut diwaspadai.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan nama morning surge, kondisi yang berhubungan dengan kadar hormon kortisol yang meningkat di pagi hari dan menurun di malam hari.
Menghimpun keterangan dari beberapa sumber tekanan darah biasanya turun saat tidur, kemudian kembali ke tingkat normal. Namun, beberapa orang dengan tekanan darah tinggi memiliki pola tertentu atau bisa lebih tinggi di pagi hari dibandingkan dengan siang hari.

Mengutip info kesehatan, dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Puti Sarah Saus, menguraikan, "Serangan jantung itu erat kaitannya dari faktor risiko, seperti penyakit darah tinggi, gula, kolesterol, merokok, juga faktor keturunan atau genetik. Dari faktor risiko ini bisa memicu sumbatan di pembuluh darah jantung dan akhirnya terjadilah serangan jantung."

Pemicunya adalah stres, aktivitas yang padat, malas berolahraga, dan sering menyantap makanan bersantan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020
Video

Dokter Ketty Herawati Sultana Meninggal Karena Corona, Sempat Rawat Menhub Budi Karya

Minggu, 05 April 2020