Penyanyi Reza Artamevia Diamankan Terkait Penggunaan Sabu, Ini Dia Bahayanya Dalam Penggunaan Jangka Panjang

Tangkapan layar, penyanyi Reza Artamevia diamankan polisi/Net

Penyanyi Reza Artamevia kembali bermasalah dengan narkoba. Ia diamankan terkait narkoba. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus.

"Diduga (narkoba), bukan ditangkap. Sampai sekarang baru diamankan, masih dalam pemeriksaan," ujar Yusri, dikutip dari Kompas TV, Sabtu (5/9). Reza ditangkap pada Jumat malam dengan barang bukti berupa sabu. 

Tidak disebutkan berapa banyak sabu yang diamankan bersama Reza.

Penangkapan penyanyi senior ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan  drummer Jaka Hidayat mantan drummer BIP yang sebelumnya ditangkap karena kasus narkoba.

Menurut Yusri, hingga kini polisi masih memeriksa kasus tersebut dan memeriksa apakah benar pelantun 'Keabadian' itu mengkonsumsi narkoba.

Rilis kasus Reza ini akan disiarkan besok, Minggu (6/9).

"Besok rilis pukul 10.00 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (5/9).

Sabu seakan tak jauh dari Reza Artamevia. Beberapa tahun sebelumnya, ia pernah ditangkap bersama Gatot Brajamusti karena sabu. Pada 2016 Reza pun menjalani rehabilitasi.

Sabu merupakan jenis stimulansia yang bekerja di susunan saraf pusat, istilah populer untuk metamphetamine dan amphetamine, dua obat yang strukturnya mirip. Obat ini memicu pelepasan dopamin yang memberikan efek rasa senang, energik, dan penuh percaya diri.

Penggunaan jangka panjang dan dosis yang berlebih bisa memicu kecanduan, dan jika dihentikan maka akan terjadi withdrawal symptom alias sakaw.

Penggunaan sabu yang berulang kali dan jangka panjang juga  mengubah struktur otak. Perubahan struktur ini, dapat memicu munculnya gangguan koordinasi, kesulitan memahami sesuatu, serta masalah berbicara.

Sistem pertahanan dalam otak pengguna sabu juga akan menyerang sel-sel sehat di organ tersebut.Pengguna sabu secara berlebihan berisiko untuk menderita penyakit Parkinson. Selain itu, penggunaan sabu dalam jangka panjang juga dapat memicu kondisi stroke, karena sabu membuat pembuluh darah mengeras.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

The Chrismas Pig, Buku Baru JK Rowling Siap Rilis Oktober Tahun Ini
Blitz

The Chrismas Pig, Buku Baru ..

14 April 2021 08:51
Berniat Gantikan Joe Biden, Aktor Laga The Rock Siap Jadi Presiden Amerika Berikutnya
Blitz

Berniat Gantikan Joe Biden, ..

12 April 2021 06:36
Prihatin Banjir Timor Leste, Krisdayanti Unggah Foto Xanana Gusmao Di Lokasi Banjir
Blitz

Prihatin Banjir Timor Leste,..

07 April 2021 15:01
Rita Wilson Ungkap Alasan Dia Dan Tom Hanks Belum Divaksin Covid-19
Blitz

Rita Wilson Ungkap Alasan Di..

06 April 2021 15:03
Nasihat Bamsoet Untuk Mempelai Aurel Dan Atta Halilintar
Blitz

Nasihat Bamsoet Untuk Mempel..

03 April 2021 16:15
Film Dokumenter Protes Pro-Demokrasi Jadi Nominasi, Oscar Tak Ditayangkan Di Hong Kong
Blitz

Film Dokumenter Protes Pro-D..

29 Maret 2021 17:57
Ayah Meghan Markle Kirim Surat Untuk Oprah Minta Diwawancarai
Blitz

Ayah Meghan Markle Kirim Sur..

27 Maret 2021 09:37
PPFI: Prioritas Vaksin Bagi Insan Perfilman Lebih Realistis Untuk Pemulihan Ekonomi
Blitz

PPFI: Prioritas Vaksin Bagi ..

25 Maret 2021 21:21